Update 23 September 2011.

Okey, sekarang persoalannya adalah bagaimana memilih dan memilah sistem SCADA yang baik. Apalagi, sistem SCADA yang diimplementasikan akan Anda gunakan 10 hingga 15 tahun mendatang, tentunya Anda harus mencari produk-produk yang terkenal reputasinya. Namun hal ini akan berdampak pada investasi yang harus dilakukan, sebuah produk dengan reputasi handal dan terkenal tentu harganya jauh lebih mahal dibandingkan produk-produk SCADA baru yang saat ini mulai banyak bermunculan.

Ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan, antara lain:

  • Anda bisa menghabiskan masa depan pabrik dengan ongkos berlebih yang tidak perlu;
  • Kadangkala setelah menghabiskan dana yang sangat besar, akhirnya Anda hanya mendapatkan sebuah sistem yang kurang atau bahkan tidak memenuhi apa yang diinginkan;
  • Atau barangkali saat ini sistem sudah betul-betul memenuhi kebutuhan, tetapi tidak untuk pengembangan masa depan.

Catatan singkat mengenai Sensor dan Jaringan

Sensor dan relai kontrol merupakan komponen yang penting. Tentu saja, ada beberapa sensor yang lebih baik daripada lainnya, namun tersedianya datasheet untuk sebuah sensor akan membantu Anda mengenali lebih detil sensor yang bersangkutan, sehingga Anda bisa memilih mana yang terbaik.

Sebuah jaringan (LAN/WAN) berbasis TCP/IP merupakan jaringan yang mudah digunakan, dan jika pabrik Anda belum semuanya memiliki jaringan, transisi ke jaringan LAN bisa jadi merupakan tujuan jangka panjang perusahaan. Namun Anda tidak perlu langsung menerapkan jaringan LAN semuanya untuk mendapatkan keuntungan dari penggunaan SCADA. Sistem SCADA yang baik akan mendukung jaringan lama Anda sekaligus juga jaringan LAN, sehingga Anda bisa melakukan transisi secara bertahap.

Berikut saya sampaikan beberapa petunjuk (dari pengalaman dan beberapa rujukan dari online maupun offline) dalam membangun sistem SCADA terutama masalah pemilihan RTU dan MTU.

Apa yang perlu Anda perhatikan dalam memilih SCADA RTU

SCADA RTU Anda harus mampu berkomunikasi dengan segala macam peralatan yang ada di pabrik dan bisa bertahan terhadap berbagai macam kondisi industri (panas, dingin, tekanan dan lain sebagainya). Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih RTU yang berkualitas:

  • Kapasitas yang cukup untuk mendukung berbagai macam peralatan di pabrik (dalam cakupan SCADA yang diinginkan), tetapi tidak lebih dari yang dibutuhkan. Jangan sampai Anda membeli RTU dengan kapasitas yang berlebih sedemikian hingga akhirnya tidak akan pernah digunakan, ini adalah pemborosan.
  • Konstruksi yang tahan banting dan kemampuan bertahan terhadap suhu dan kelembaban yang ekstrim. Sudah jelas khan? Kalo tidak tahan banting dan tidak bisa bertahan buat apa pasang RTU tersebut? Bisa jadi hasil pengukuran menjadi tidak akurat dan alat jebol.
  • Catu daya yang aman dan berlimpah. Sistem SCADA seringkali harus bekerja penuh 24 jam setiap hari, tujuh hari seminggu. Dengan demikian sudah seharusnya digunakan RTU yang mendukung penggunaan daya dari baterei, idealnya, ada dua sumber catu daya (listrik dan baterei).
  • Port komunikasi yang cukup. Koneksi jaringan sama pentingnya seperti catu daya. Port serial kedua atau modem internal bisa menjaga agar RTU tetap online walaupun jaringan saat itu sedang rusak atau gagal. Selain itu, RTU dengan port komunikasi beragam dapat mendukung strategi migrasi LAN.
  • Memori nonvolatile (NVRAM) untuk menyimpan firmware. NVRAM dapat menyimpan data walaupun catu daya dimatikan. Firmware baru (hasil modifikasi dan lain sebagainya) dapat diunduh ke penyimpan NVRAM melalui jaringan, sehingga kemampuan RTU akan selalu uptodate (terbaharui) tanpa harus mengunjungi lokasi RTU yang bersangkutan.
  • Kontrol cerdas. Sistem SCADA yang canggih saat ini bisa melakukan kontrol dengan sendirinya sesuai dengan program atau pengaturan yang dimasukkan, terutama tanggapan terhadap berbagai macam masukan sensor-sensor. Ini jelas tidak perlu untuk semua aplikasi, namun menawarkan kemudahan operasional.
  • Jam waktu-nyata (real-time clock). untuk pencetakan tanggal/waktu pada laporan secara tepat dan akurat;
  • Pewaktu watchdog yang memastikan RTU bisa start-ulang setelah terjadinya kegagalan daya (power failure).
Tipikal arsitetur RTU (klik untuk memperbesar)

Apa yang perlu Anda perhatikan saat memilih SCADA MTU

SCADA master atau MTU harus mampu menampilkan berbagai informasi dalam bentuk yang familiar bagi pengguna atau operator-nya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan SCADA MTU:

  • Fleksibel, tanggapan terhadap sensor bisa diprogram. Cari sistem yang menyediakan perangkat yang mudah untuk memprogram soft alarm (laporan kejadian yang kompleks yang merupakan kombinasi antara masukan sensor dan pernyataan tanggal/jam) dan soft control (tanggapan terhadap sensor yang bisa diprogram).
  • Bekerja penuh 24/7, peringatan melalui SMS (pager) dan pemberitahuan email secara otomatis. Anda tidak perlu mempekerjakan orang untuk mengamati papan pemantauan 24 jam sehari. Jika peralatan membutuhkan campur tangan manusia, maka secara otomatis sistem akan mengirimkan peringatan melalui SMS atau email ke penanggung-jawab yang bersangkutan.
  • Tampilan informasi secara detil. Tentunya Anda ingin sebuah sistem yang bisa menampilkan dalam bahasa harian Anda (Inggris, Indonesia, dll) yang jelas dan sederhana, dengan penjelasan yang lengkap terhadap aktivitas yang sedang terjadi dan bagaimana Anda seharusnya menangani atau menanggapinya.
  • Tapis untuk alarm yang tidak perlu. Alarm-alarm yang mengganggu akan membuat para staff menjadi tidak peka lagi terhadap pelaporan alarm dan akhirnya, bisa jadi, mereka mulai percaya bahwa semua alarm merupakan alarm menganggu. Akhirnya mereka akan berhenti menanggapi semua alarm termasuk alarm yang kritis (alarm yang benar-benar harus mendapatkan perhatian). Gunakan SCADA yang dapat menapis dan memilah-milah alarm-alarm mana yang mengganggu dan yang kritis.
  • Kemampuan pengembangan kedepan. Sebuah sistem SCADA merupakan investasi jangka panjang (10 hingga 15 tahun). Sehingga Anda perlu memastikan kemampuan SCADA untuk pengembangan dalam jangka waktu 15 tahun kedepan.
  • Pencadangan yang beragam. Sistem SCADA yang baik mendukung berbagai macam pencadangan master, di beberapa lokasi. Jika master SCADA utama gagal, master yang kedua dalam jaringan akan mengambil alih secara otomatis, tanpa adanya interupsi fungsi pemantauan dan pengontrolan.
  • Mendukung berbagai macam tipe protokol dan peralatan. Jika jaman dulu SCADA hanya dbuat untuk protokol-protokol tertentu yang tertutup. Solusi vendor tunggal bukan merupakn ide yang bagus - seringkali vendor tidak lagi menyediakan dukungan untuk produk-produk mereka. Dukungan terhadap berbagai macam protokol yang terbuka akan mengamankan sistem SCADA Anda dari keusangan yang tak-terencana.
Tipikal arsitektur MTU (Klik untuk memperbesar)

Link yang terkait…

Semoga bermanfaat..

Tags: , , , , , ,

36 Responses to “Tutorial Scada (Bagian-3): Bagaimana mengevaluasi Sistem dan Perangkat Keras SCADA?”

  1. Pak Agfi, pernah terpikir untuk membangun RTU dan MTU (dalam bentuk software) sendiri?
    Saya sedang belajar (dan ingin mewujudkan) bisa membuat SCADA software macam Wonderware InTouch atau Intellution, tentunya mulai dari yang paling - paling sederhana sekali :).. Maklum, bukanorang IT yang tahu banyak programming juga.

    Salam..

  2. untuk RTU dan MTU prinsipnya bisa pake VB gratisan, demikian juga untuk SCADA/HMI selama ini saya juga pake VB dan sudah beralih ke VB2008 (yang FREE, dan kelihatannya sekarang dah gak bisa didnwload… tapi coba aja akses ke http://www.microsoft.com/express/vb/default.aspx)…

    saya dukung mas Handy untuk mbuat HMI/SCADA software made in indonesia… luar biasa, semoga sukses…!

  3. Mohon informasinya, tentang MOSCAD ( motorola Scada ) saat ini banya di pakai di CPI namun saya ingin menanyakan apakah ada brabd lain selain moscad yang kualitasnya bagus tapi murah dan bisa diconnection kan dgn brand lain .

  4. pahami dulu DCS dan telemetri dulu
    baru bicara SCADA

  5. kalo nulis gampang
    tingal copy paste
    coba terjun langsung di industri migas pak
    tak jamin bingung sampean
    lebih baik praktek dulu di lapangan baru nulis buku
    pasti gak kesasar

  6. @paijo:
    alhamdulillah ini hasil translate supaya lebih banyak lagi generasi di Indonesia yang semakin cerdas, dan alhamdulillah beberapa tahun belakangan ini saya dan tim sudah mengerjakan beberapa proyek (penting) dalam dunia migas, terima kasih mas Paijo…

  7. asslkum…
    salam kenal pa, saya newbe yang ingin blajar SCaDA. setelah saya baca artikel bapak tentang SCADA,sedikit masih binggung dan sedikit tidak terbayang, yang saya tangkap seperti ini, benar atau tidak:
    1. RTU di sini maksudnya PLC.
    2. MTU adalah komputer server, yang juga ada HMI nya(wonderware,etc).
    dan yang masih saya binggung, data apa yang di kirim PLC dan bagaimana komunikasi antara PLC dan kompter server, apa harus ada driver sesuai PLCnya, OPC dan Driver itu sama atau tidak..??
    bagaimana mengolah data di wonderwarenya, apakah tinggal memasukan alamat yang sama pada modul PCLnya,.??

  8. @septian:

    RTU bisa PLC bisa juga lebih kompleks dari sekedar PLC, sedangkan MTU bisa seperti PC + software HMI…

    Gambaran secara umum begini, HMI bertugas untuk melakukan pemantauan dan/atau pengontrolan, data-data yang dikirim atau yang dibaca berasal dari lapangan, bisa dari sensor, plc dan lain sebagainya.

    Karena begitu banyaknya peralatan di lapangan dan untuk optimasi, maka perlu dikumpulkan data-datanya jadi satu tempat, yang bertugas mengumpulkan adalah OPC, sehingga jangan heran OPC untuk masing-masing PLC (omron, schneider, dll) memiliki driver OPC yang berbeda-beda.

    HMI mengambil atau mengolah data melaui OPC ini, jadi tidak langsung ke alat yang bersangkutan, jika menggunakan wonderware masih dibutuhkan fs gateway untuk bisa berkomunikasi dengan OPC ybs. Untuk mengakses (baca tulis) dilakukan dengan alamat-alamat yang sudah di assign di OPC…

    semoga membantu pemahaman Anda…

  9. Nanya Lagi Pak.

    Saya pernah membangun sistem pengendali tapi Mikrokontroler ATMEGA8535 untuk mengendalikan Peralatan rumah tangga. Dan saya juga telah membuat Programnya menggunakan C untuk di Downloadkan Ke MikroC dan VB untuk tampilan di PC.
    Namun banyak hal yang terasa kurang dari HMI yang saya buat. Diantaranya, Data yang diberikan baru satu arah. Yakni dari PC. Kemudian Program Vb yang saya buat juga masih kurang untuk merespon input dari MikroC. Dan jika data Yang ingin saya ambil tidak Up to date.

    Dan saya pernah membaca artikel anda tentang itu tapi lupa.He…he…

    Mohon bantuannya.

  10. bicara scada harus tahu dulu overview scada systemnya bos. mengingat scada tuh luas

  11. @rochmad dll:
    apa Scada itu ? atau overview bisa dibaca di http://agfi.staff.ugm.ac.id/bl.....scada-itu/

  12. Mas Agfianto salam kenal mas, kalo saya nanya untuk membeli RTU merk SELTA di Indonesia yang pegang keagenan sipa ya mas ?

  13. @mpak jamal
    bisa liat d link d bawah pak
    http://aryasada.co.id/
    atau bs hubungi Pak Gunarso (sales@aryasada.co.id), beliau engineer Selta
    smoga bermanfaat

  14. @jamal: salam kenal juga silahkan dilihat komentar sebelum saya ini…

  15. Halo pak eko ..saya IT junior …apakah untuk pembelajaran awal harus mempelajari Pemograman VB 2008?? untuk memulai nya

  16. Sharing aja tentang HMI dengan VB bisa ke PLC dan bisa ke modbus RTU, contohnya ke VB ke omron PLC , contohnya modbus RTU saya coba ke Power Meter salah satu vendor eropa, semuanya saya monitoring dengan HMI pakai VB semoga manfaat..
    silahkan lihat diblog http://www.plccourses.blogspot.com/

  17. Saya sudah buat HMI pakai VB , unuk koneksi ke PLC omron, dan juga VB koneksi ke Modbus Power metering salah satu vendor eropa, mungkin jelasnya bisa lihat di blog saya http://www.plccourses.blogspot.com/

  18. mantapsss..tapi kalau mau mengetahui mengenai engineering lebih dalam buka web ini http://www.testindo.com

  19. mas ada link download ifix tutorial ngak dari dasarnya, tolong donk saya mao belajar tapi ngak ada yang ngajarin hahahah

  20. numpang belajar ya ommmm ..

  21. sedikit mengerti pak. mhn bntuan pak bila sy brtanya. by email ya pak astrid_alin@yahoo.com

  22. pak agfi, saya mau tanya….
    HMI pakai wonderware terus RTU pakai mikrokontroler bisa nggak?

  23. @pudar: RTU bisa menggunakan mikrokontroler… asalkan protokol komunikasinya juga menyesuaikan dengan standar yang ada…

  24. @pudar…HMI atau SCADA bisa pake mikrokontroller,seperti kata pak Agfi asal protokol nya sesuai. Lebih lanjut silakan ke http://www.komputerkendali.wordpress.com

  25. Terima kasih untuk penjelasannya dan saya ingin tanya, untuk tipe protokol yang direkomendasikan dalam menggunakan scada itu apa aja ya?

  26. thank you for sharing ! makasih ilmunya !

  27. wah jadi tahu lebih dalam mengenai SCADA

  28. thank you for sharing it’s so helpful

  29. agario unblocked thank you

  30. agario play thank you very much

  31. Postingan yang amat bagus , saya yakin sangat berfaedah buat mereka yang
    membaca, saya tunggu postingan selanjutnya. http://agar.tv

  32. thank you for sharing it’s so helpful

    agario

  33. Sensor dan relai kontrol merupakan komponen yang penting. Tentu saja, ada beberapa sensor yang lebih baik daripada lainnya, namun tersedianya datasheet untuk sebuah sensor akan membantu Anda mengenali lebih detil sensor yang bersangkutan, sehingga Anda bisa memilih mana yang terbaik.

  34. Hey
    I read your post its very very good best post
    keep up this work
    thanks

Trackbacks/Pingbacks

  1. Antarmuka PC: Dasar-dasar Akuisisi Data | DSP & Embedded Electronics
  2. Tutorial SCADA (Bagian-2): Bagaimana SCADA bekerja? | DSP & Embedded Electronics

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>