Berangkat dari kebutuhan Software/Hardware Codesign, yaitu suatu perancangan terpadu (biasanya dalam konteks sistem benam atau embedded system) yang melibatkan komponen hardware dan software sekaligus, sehingga dibutuhkan piranti yang mendukung. Jika kita menggunakan prosesor umum (general processor), tentunya ada bagian-bagian prosesor yang tidak dibutuhkan untuk suatu aplikasi, misalnya tidak membutuhkan fasilitas ADC-nta, TIMER-nya, dll, tentunya akan membuat prosesor tersebut menjadi tidak efisien dan efektif lagi. Sementara itu dari sisi perangkat lunak atau software-nya sudah dipastikan dirancang dan diimplementasikan berbasis prosesor tersebut. Demikian juga solusi full perangkat keras, artinya algoritma atau komputasi dimodifikasi sedemikian rupa hingga bisa diimplementasikan dengan perangkat keras seluruhnya bukanlah perkara yang mudah, bahkan penuh tantangan, dan jika boleh saya tambahkan juga penuh dengan resiko.

Alternatif implementasi ditunjukkan pada gambar berikut ini. Isu utama-nya adalah (1) Performance dan Power Efficiency dan (2) Flexibilty, yang masing-masing seiring berlawanan arah (tradeoff). ASIC memang sejak awal dikenal dengan unjuk kerja dan efisiensi daya yang luar biasa, namun dari fleksibilitasnya sangat kurang, modifikasi rancangan pada ASIC tidak serta merta bisa diproduksi saat itu. Berbeda dengan teknologi prosesor umum yang fleksibilitas-nya menyesuaikan dengan program atau perangkat lunak yang ditanamkan. Jalan tengah-nya berupa penggunaan mikrokontroler, DSP, yang cenderung mirip prosesor, maupun FPGA yang cenderung mirip ASIC. Sehingga ide berikutnya adalah membuat sebuah chip yang memiliki kemampuan Processing System sekaligus Programmable Logic.

Sumber: ETHZ, Prof. Lothar Thiele

Sumber: ETHZ, Prof. Lothar Thiele

Pada tahun 2009 saya pernah menuliskan artikel tentang bagaimana sebuah mikrokontroler menjadi satu dengan FPGA (klik disini untuk baca artikelnya), dan ternyata produk dari Atmel tersebut tidak populer hingga saat ini. Nah, saat ini Xilinx sudah memproduksi chip yang menggabungkan antara Processing System (PS) dan Programmable Logic (PL), yaitu seri ZYNQ AP SOC. Ini informasi singkat tentang ZYNQ menurut Xilinx

Xilinx All Programmable SoCs (AP SoC) are processor-centric platforms that offer software, hardware and I/O programmability in a single chip. The Zynq-7000 family is based on the All Programmable SoC architecture. Zynq-7000 products incorporate a dual core ARM Cortex-A9 based Processing System (PS) and Xilinx Programmable Logic in a single device.

Apa artinya? Didalam satu chip seri ZYNQ terdapat:

  • Processing System (PS) berupa prosesor dual core ARM Cortex-A9, dan
  • Xilinx Programmable Logic (PL).
Lantas bagaimana isinya? Berikut ini diagram blok dari seri ZYNQ-7000:
Terlihat pada gambar tersebut bagian PS-nya dan PL-nya. Kedua bagian tersebut dihubungkan dengan antarmuka AXI. Perhatikan informasi singkat tentang AXI (sumber: Advanced Microcontroller Bus Architecture - Wikipedia)
AXI, the third generation of AMBA interface defined in the AMBA 3 specification, is targeted at high performance, high clock frequency system designs and includes features that make it suitable for high speed sub-micrometer interconnect: separate address/control and data phases.
– Bersambung –

Tags: ,

One Response to “Apakah Xilinx ZYNQ itu?”

  1. Makin keren aja bang artikelnya..

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>