Agfianto Eko Putra on June 25th, 2009

PLC atau Programmable Logic Controller adalah alat kontrol terprogram yang sudah banyak dijumpai dan dipakai dalam industri-industri untuk pengontrolan proses-proses produksi, buku ini ditujukan kepada siapa saja yang ingin belajar PLC, khususnya Omron Sysmac dan ZEN Programmable Relay.

Buku ini tersusun dalam 7 Bab, Bab 1 membahas dasar-dasar atau konsep dasar PLC (Programmable Logic Controller) mulai dari sejarah, konsep dasar PLC hingga jalur-jalur keluaran dan masukan PLC secara umum. Pada Bab 2 dibahas tentang PLC Omron seri Sysmac atau yang dikenal dengan tipe CPM1A/CPM2A mulai dari konsep jalur keluaran dan masukan hingga struktur memori di dalam PLC tersebut.

Pada Bab 3 dibahas tentang ZEN Programmable Relay secara garis besar, fitur-fitur yang dimiliki, area memori hingga catatan khusus untuk pengguna PLC Omron Sysmac jika ingin menggunakan ZEN Programmable Relay. Kemudian di Bab 4 dijelaskan konsep-konsep pemrograman diagram tangga ditinjau dari PLC Omron Sysmac.

Pada Bab 5 dijelaskan tentang perangkat lunak yang digunakan dalampemrograman PLC, baik Syswin v3.4, ZEN Support Software v3.0 (serta simulatornya) dan PLC Simulator v1.0 karya Tang Tung Yan yang bisa digunakan untuk belajar pemrograman diagram tangga tanpa harus memiliki PLC Sysmac yang harganya mahal.

Aplikasi untuk masing-masing PLC, Sysmac dan ZEN Programmable Relay dibahas pada Bab 6 dan Bab 7. Khusus untuk PLC Sysmac, saya membagi dua macam aplikasi, yaitu dasar dan lanjut, sedangkan pada ZEN dikelompokkan berdasar fungsi-fungsi yang ada pada ZEN tersebut.

Anda bisa mendownload daftar isi dan/atau contoh bab yang ada di buku ini… monggo…

KLIK DISINI UNTUK PEMESANAN ONLINE

Tags: , , , , ,

Buku ini ditujukan bagi mereka yang ingin memanfaatkan mikrokontroler tipe CISC yaitu AT89C51/52/55 (seri AT89 dari Atmel, Inc.) dalam aplikasi pengontrolan elektronik, termasuk untuk mendapatkan income atau penghasilan. Selain itu juga dalam rangka memperkaya pustaka nasional dalam bidang elektronika maupun sistem elektronika.

Buku yang terdiri dari 7 bagian ini mengupas tuntas AT89C (sudah obsolette diganti dengan seri AT89S) atau AT89S mulai dari awal tentang arsitektur dasar keluarga AT89 atau seri MCS-51, set instruksi (termasuk cara pengeditan program hingga siap untuk disimpan ke dalam Flash PEROM AT89C), port paralel (termasuk karakteristik dari masing-masing port) dan aplikasinya, karakteristik timer (pewaktu) dan counter (pencacah), port serial dan penanganan sistem interupsi. Semua disertai dengan contoh aplikasi dan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Program mikrokontroler disimpan ke dalam Flash PEROM-nya AT89, sekaligus bisa juga dihapus, keunggulan ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar mikrokontroler, karena tidak memerlukan memori program luar seperti EPROM maupun EEPROM, yang membutuhkan peralatan pengisian dan penghapusan yang merepotkan. Sehingga pada bagian terakhir dibahas secara singkat pembuatan alat untuk mengisi (sekaligus menghapus) program dari mikrokontroler AT89 menggunakan Pemrogram Easy Downloader 2.2, selain itu buku ini dilengkapi dengan CDROM yang berisi dokumentasi lengkap Pemrogram Easy Downloader 2.2 dan program pendukung untuk kompilasi dan informasi lainnya.

Alternatif lain untuk mengisi program ke mikrokontroler AT89S adalah dengan rangkaian dan program ISP (In System Programming) sebagaimana rangkaiannya bisa dilihat disini dan programnya bisa diunduh disini. Atau Anda bisa membuat sendiri dengan panduan yang sudah disediakan di Ikalogic.com.

Anda bisa mendownload daftar isi dan/atau contoh bab yang ada di buku ini… monggo…

KLIK DISINI UNTUK PEMESANAN ONLINE

Tags: , , ,

Agfianto Eko Putra on June 11th, 2009

The techniques being embraced across the microprocessor industry are chip multiprocessors (CMPs) and chip multithreaded (CMT) processors. CMP, as the name implies, is simply a group of processors integrated onto the same chip. The individual processors typically have comparable performance to their single-core brethren, but for workloads with sufficient thread-level parallelism (TLP), the aggregate performance delivered by the processor can be many times that delivered by a single-core processor. Most current processors adopt this approach and simply involve the replication of existing single-processor processor cores on a single die.

Read the rest of this entry »

Tags: ,

Agfianto Eko Putra on June 9th, 2009

OpenSPARC is an open source hardware project started in December 2005. The initial contribution to the project was Sun MicrosystemsRegister transfer level (RTL) Verilog code for a full 64-bit, 32-thread microprocessor, the UltraSPARC T1 processor. On 21 March 2006, Sun released the source code to the T1 IP core under the GNU General Public License. On December 11, 2007, Sun also made the UltraSPARC T2 processor’s RTL available via the OpenSPARC project.

Selama dua hari, 8 dan 9 Juni 2009, Kelompok Keahlian Elektronika, STEI-ITB mengadakan OpenSPARC Training yang langsung diisi oleh David L. Weaver (editor buku OpenSPARC Internal, unduh bukunya disini). Untuk acara ini Komunitas OpenSPARC-UGM yang diwakili oleh Agfianto E.P. mengadakan video conference (vicon) langsung di Ruang Sidang PPTIK, UGM.

pak Trio Adiono, Ph.D. sedang memberikan sambutan

Acara dimulai dengan pembukaan oleh pak Trio Adiono (KK Elektronika, yang punya acara), pak Adang Suwandi (Dekan STEI), dan pak Harry Kaligis (Sun Microsystems). Setelah itu acara langsung dimulai dengan presentasi oleh David Weaver, Chief OpenSPARC Evangelist dari Sun Microsystems. Informasi tentang Workshop ini juga bisa Anda baca di blog-nya pak Budi Rahardjo (klik donk).

David Weaver memberikan presentasi latar belakang OpenSPARC

Tags: , , , , ,

Agfianto Eko Putra on May 13th, 2009

Jika Anda memiliki dan sudah membaca atau mempelajari buku saya (Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55), tentunya Anda masih inget dengan program pertama yang saya tulis dengan tujuan untuk menghidupkan dan mematikan LED secara flip-flop atau bergantian yang terpasang di P1. Berikut saya sertakan lagi program ASM-nya:

;-- BAB3_01.ASM -----------------------------------------------------------
;
; Lampu flip-flop pada Port 1
;
;--------------------------------------------------------------------------
        ORG   0H        ; program ditempatkan pada lokasi 0000H
;
MULAI:  MOV   P1,#10101010B     ; LED P1.4 s/d P1.7 nyala (heksa= #0FH)
        ACALL DELAY             ; lakukan penundaan sesaat (sub. DELAY)
        MOV   P1,#01010101B     ; LED P1.0 s/d P1.3 nyala (heksa= #0F0H)
        ACALL DELAY             ; lakukan penundaan sesaat (sub. DELAY)
        SJMP  MULAI             ; ulangi lagi dari awal
;
;-subrutin DELAY-----------------------------------------------------------
;
; subrutin ini hanya sekedar melakukan penundaan sesaat dengan cara
; mengulangi proses (pengurangan isi register) hingga dicapai suatu
; kondisi tertentu
;
;--------------------------------------------------------------------------
DELAY:  MOV   R0,#5H            ; Isi Register R0 dengan 5 (5x ulang)
DELAY1: MOV   R1,#0FFH          ; Isi Register R1 dengan 255 (255x ulang
DELAY2: MOV   R2,#0             ; Isi register R2 dengan 0 (256x ulang)
        DJNZ  R2,$              ; R2=R2-1, jika R2 belum 0 ulangi lagi
        DJNZ  R1,DELAY2         ; R1=R1-1, jika R1 belum 0 ulangi DELAY2
        DJNZ  R0,DELAY1         ; R0=R0-1, jika R0 belum 0 ulangi DELAY1
        RET                     ; Kembali ke pemanggil subrutin DELAY

        END

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Agfianto Eko Putra on May 11th, 2009

Beberapa saat yang lalu saya sempat mencoba sebuah kompiler MikroC dari mikroelektronika yang betul-betul hebat, karena hasil kompilasinya yang berupa ASM dan LST bisa saya lihat langsung. Dan kabar baiknya adalah, saya bisa membandingkan antara program C yang saya buat dan hasil kompilasi ASM/LST yang dihasilkan.

Sebagai kasus yang sangat unik dan membuat saya ketawa terbahak-bahak setelah menyaksikan hasil kompilasi ASM-nya adalah masalah aritmetika yang melibatkan operasi penjumlahan, pengurangan, pembagian dan sisa pembagian (modulus). Okey, agar Anda tidak bingung dibutuhkan syarat minimal tahu bahasa C dan bahasa ASM untuk MCS-51 untuk memahami listing-listing program berikut ini.

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Agfianto Eko Putra on May 8th, 2009

Jika Anda pernah membuat aplikasi mikrokontroler yang memanfaatkan saklar atau tombol-tekan (pushbutton), tentunya Anda akan menghadapi masalah bouncing (dalam bahasa jawanya mentul-mentul) pada saklar atau tombol tersebut. Artinya, saat Anda menekan tombol tersebut, mikrokontroler mendeteksi adanya penekanan berkali-kali, padahal, sekali lagi, Anda hanya menekan sekali saja! Hal ini bisa dijelaskan melalui gambar 1.

Gambar 1. Diagram pewaktuan saat terjadi perubahan dari 1 ke 0

Dari Gambar 1 tersebut terlihat jelas bahwa saat terjadi perubahan tombol dari 1 ke 0 (ilustrasi kiri), akan terjadi bouncing berulang-ulang selama 0.01 hingga 100 milidetik (ilustrasi tengah). Mikrokontroler akan menganggap terjadi perubahan dari 1 ke 0 berkali-kali (ilustrasi kanan).

Read the rest of this entry »

Tags: ,

Agfianto Eko Putra on May 1st, 2009

“Wah asik banget”, begitu salah satu komentar peserta Pelatihan Mikrokontroler AVR di hari ke-3 kemarin. Memang sangat mengasikan, apalagi juga ada diskusi gimana ngasilin duit dengan berbekal pengetahuan dari Pelatihan Mikrokontroler AVR yang diselenggarakan kerjasama antara Technovision dan Lab. Elins, FMIPA, UGM - Yogyakarta.

Apalagi para peserta masing-masing diberi gratis CD koleksi mikrokontroler AVR yang telah sekian tahun saya kompilasi, sungguh bonus yang tidak ternilai harganya. Serta sertifikat tanda telah mengikuti Pelatihan Mikrokontroler AVR dengan trainer Agfianto Eko Putra, M.Sc dan co-trainer: technovision.

Masalah interupsi bukan hal yang sepele, setiap peserta diharapkan memahami konsep interupsi pada mikrokontroler AVR. Tahu tidak? Ada 21 macam sumber interupsi mikrokontroler AVR (bandingkan dengan AT89 yang hanya 6 sumber). Pada hari terakhir pelatihan, saya berikan jawaban-jawaban seputar apa interupsi itu? Ada berapa jenis interupsi? Contoh listing program dalam BASIC vs ASM, dan lain sebagainya, termasuk contoh dan bimbingan praktek interupsi mikrokontroler AVR.

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Agfianto Eko Putra on April 30th, 2009

Di hari-3 Pelatihan Mikrontroler AVR ini, saya memberikan materi tentang antarmuka dan pemrograman Dot Matrix serta Timer/Counter (pewaktu dan pencacah).

Dot Matrix

Ingin melihat berbagai macam contoh dot matrix? Silahkan klik disini. Dot matrix merupakan tampilan yang sangat menarik dibandingkan dengan 7-segment. Rangkaian Dot Matrix yang kita gunakan dalam pelatihan mikrokontroler AVR ditunjukkan berikut ini.

Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

Agfianto Eko Putra on April 29th, 2009

Operator Training Simulator (OTS) merupakan suatu perangkat aplikasi yang dibuat untuk tujuan pelatihan operator.  Dengan OTS seorang peserta pelatihan dapat belajar bagaimana mengoperasikan sebuah unit operasi dalam berbagai kondisi termasuk keadaan emergency, kondisi start-up maupun shutdown atau suatu kondisi operasi yang jarang dijumpainya selama melakukan tugasnya sebagai operator. Unit operasi disini bisa berupa suatu unit process dalam sebuah kilang minyak atau pabrik petrokimia atau bisa juga berupa power plant.  Dalam tulisan ini, pengertian unit operasi adalah unit proses di kilang minyak.

Dalam OTS, semua hal yang berhubungan dengan pengoperasian suatu unit proses di dunia nyata (real plant) dimodelkan dalam bentuk perangkat lunak maupun perangkat keras.  Untuk lebih memahami cara kerja OTS dan mengetahui komponen-nya, baiklah terlebih dahulu kita melihat secara garis besar bagaimana suatu unit proses beroperasi di dunia nyata.  Sebuah unit proses selalu terdiri dari serangkaian peralatan proses seperti pompa, compressor, heat exchanger, furnace, vessel, reactor, piping system, valve, instrumentasi, dan lain sebagainya.  Pengoperasian suatu unit proses dikontrol oleh peralatan sistem kontrol.  Ada berbagai jenis sistem kontrol yang digunakan, mulai dari yang paling kuno yang masih menggunakan signal pneumatic sampai yang paling moderen yang berbasis teknologi digital seperti DCS.  Sistem kontrol yang digunakan dalam tulisan ini adalah DCSDCS sendiri terdiri dari Control Station yang menjalankan algoritma kontrol (termasuk data handling lainnya) dan Operator Station yang merupakan panel dimana operator mengoperasikan unit proses.  Untuk mengamankan operasi unit proses, suatu unit proses juga dilengkapi dengan peralatan interlock. Pengoperasian unit proses tidak hanya dilakukan dari Control Panel (Operator Station) di Control Room, tetapi juga dilakukan oleh operator lapangan (field operator) seperti menghidupkan pompa atau compressor, mengoperasikan valve, melihat instrument lokal dan sebagainya.

Read the rest of this entry »

Tags: , ,