Agfianto Eko Putra on March 4th, 2010

AVR Development Board version adalah modul development board berbasis mikrokontroler AVR ATMega 8535/16/32 yang memiliki banyak fitur yang dapat diaplikasikan dalam berbagai macam bidang seperi elektronika, robotik, maupun sistem kontrol. Modul ini sangat cocok digunakan oleh orang-orang yang baru mengenal dunia mikrokontroler maupun yang sudah “expert”.

TechnoVision Development Board v3.0

TechnoVision Development Board v3.0

Spesifikasi Teknis :

  • Sudah termasuk IC Mikrokontroler AVR ATMEGA8535. Mikrokontroler yang memiliki fasilitas Analog to Digital Converter, Pulse Width Modulation, Interrupt, Timer/Counter, port komunikasi serial (USART) 2,5 Mhz, dll;
  • Mendukung varian keluarga AVR ATMega (40 pin) lainnya, antara lain ATMega 16, dan ATMega 32.
  • Memiliki 4 port I/O dengan masing - masing port memiliki 8 buah jalur input dan luaran;
  • Kristal 11,0592 MHZ sebagai sumber detak sistem (optional);
  • Modul penampil LCD 16 x 2 karakter;
  • Modul 8 buah LED display;
  • Modul 4 x 7 segment dan 1 buah modul 5 x 7 dot matrix;
  • Port komunikasi serial dengan komputer dengan IC Max232;
  • Dilengkapi dengan modul downloader USB sehingga memudahkan proses penanaman program dalam chip mikrokontroler;
  • Keypad matrix 4 x 4 dan 4 buah saklar push button;
  • Modul buzzer;
  • Fasilitas komunikasi serial transmitter dan receiver infrared (aplikasi remote controller). bisa digunakan sebagai jalur komunikasi 2 arah untuk board sejenis;
  • Dilengkapi dengan port output speaker;
  • Membutuhkan input catu daya 6 - 12 volt DC (adaptor tidak termasuk di dalam paket);
  • Tersedia contoh program dan program tester untuk pengujian I/O, modul dan komunikasi serial.
  • Dilengkapi dengan software BASIC Compiler BASCOM AVR versi demo dan software AVRdude untuk mendownload program ke dalam chip;
  • PCB Fiber Double Layer;
  • Dimensi : 12 cm (p) x 16 cm (l) x 4,5 cm (t).

Informasi dan pemesanan:

  • KAMI SUDAH TIDAK MENJUAL PRODUK INI…
  • Sebagai gantinya silahkan KLIK DISINI (dengan produk lain yang lebih heboh)…!

Tags: , , , , , , ,

Agfianto Eko Putra on February 6th, 2010

VHDL is a language for describing digital electronic systems. It arose out of the United States Government’s Very High Speed Integrated Circuits (VHSIC) program, initiated in 1980. In the course of this program, it became clear that there was a need for a standard language for describing the structure and function of integrated circuits (ICs). Hence the VHSIC Hardware Description Language (VHDL) was developed, and subsequently adopted as a standard by the Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE) in the world. - Peter J. Ashenden

Abstraksi VHDL

VHDL dapat menggambarkan berbagai tingkat abstraksi yang berbeda-beda, mulai dari fungsi-fungsi sampai ke tingkat gerbang-gerbang-nya. Abstraksi artinya menyembunyikan implementasi detail, misalnya seorang perancang dapat menyatakan perkalian dua bilangan (A = B * C) dengan beberapa cara:

  • Menggunakan operator “*” dalam VHDL, yaitu a<=b*c;
  • Merancang pengali atau multiplier pada aras gerbang (gate level);
  • Merancang pengali pada aras layout (layout level).

Contoh di atas menunjukkan bahwa suatu fungsi dapat diimplementasikan pada tiga tingkat abstraksi yang berbeda: RTL (Register Transfer Level), Logika (aras gerbang) dan Layout.

Read the rest of this entry »

Tags: , , , , ,

Agfianto Eko Putra on December 31st, 2009

Sebelumnya saya banyak mengucapkan terima kasih, jazakumullah atas partisipasi rekan2 semua penggemar website saya dalam diskusi di komentar-komentar tiap-tiap artikel…

Ada baiknya, saya memohon keikhlasan Anda untuk memberikan saran-saran kepada saya, artikel-artikel apa saja yang perlu saya tulis untuk membantu dan bermanfaat bagi Anda , walaupun saya juga tidak bisa janji memenuhi semua, namun minimal ada rencana-rencana artikel yang bisa saya terbitkan di sepanjang tahun 2010 nantinya, selain dari rencana-rencana artikel dari saya pribadi…

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan ribuan bahkan jutaan bahkan tak berhingga terimakasih kepada Anda yang sudah berkenan menuliskan saran-saran melalui komentar di artikel ini…

Monggo, silahkan…

Tags: , , , , , , , , ,

Agfianto Eko Putra on December 29th, 2009

Buku ini mengungkap renungan-renungan perjalanan hidup seorang dosen Elektronika & Instrumentasi (ELINS), Agfianto Eko Putra, yang banyak di-share kepada kolega maupun mahasiswa2-nya, sehingga banyak di antara mereka mulai memandang kehidupan ini menjadi lebih optimis dan bersemangat, serta memiliki tujuan-tujuan yang mulia, Insya Allah Anda-pun juga bisa mengalaminya..

Dalam buku ini, Anda akan…

  • Mengetahui apa dan bagaimana menangani Virus Kebiasaan
  • Menemukan jawaban Mengapa Hasil Seminar Motivasi tidak bertahan lama…
  • Memahami tentang EEG atau Gelombang otak…
  • Mengetahui bahaya dari sikap “ntar dulu ach…”
  • Menyadari bahwa Kegagalan adalah…
  • Bagaimana sebuah Laptop yang error bisa memberikan pelajaran bagi pemiliknya…
  • Mewaspadai pikiran-pikiran kotor…
  • Bagaimana dompet yang (nyaris) hilang juga bisa memberikan pelajaran atau hikmah…
  • Mengenal secara sekilas kekuatan D.U.I.T - Doa, Usaha, Ikhlas dan Tawakal…
  • Mengetahui rahasia besar dalam film Kun Fayakun…
  • dan masih banyak lagi lainnya…

Total lebih dari 40 kisah/artikel ditambah dengan 10 artikel BONUS!

Silahkan unduh sampelnya di sini, dan pesan online di GAVAMEDIA Yogyakarta sekarang juga! Terima kasih…

Tags: , , , ,

Agfianto Eko Putra on December 16th, 2009

Setelah Anda mengikuti artikel saya tentang belajar membuat program atau aplikasi mikrokontroler AT89/AVR (Membuat Aplikasi Mikrokontroler AVR/AT89: Khusus Pemula!), rasanya tidak afdol jika saya tidak atau belum memberikan contoh kasus sangat sederhana, untuk memberikan gambaran begitu mudahnya kita membuat aplikasi mikrokontroler!

Kasus!

Di sebuah kampung Ngebut Benjut ternyata masih banyak orang-orang mengendari sepeda motornya dengan ngebut, untuk itu pak RW mengundang mas Yusi untuk menyelesaikan masalah ini, yaitu membuatkan sebuah tanda yang berupa LAMPU BERKEDIP DENGAN SELANG WAKTU SETENGAH DETIK-an.

Solusi: Diagram Alir!

Sebenarnya solusi tanpa Mikrokontroler sangat mudah dilakukan, lha wong cuman lampu berkedip (LED) dengan durasi setengah detik-an, cuman karena diminta menggunakan mikrokontroler maka dengan segera mas Yusi membuat sebuah diagram alir untuk solusi kasus tersebut, berikut diagram alir yang telah dibuat oleh mas Yusi, perhatikan bahwa diagram alir tidak boleh menunjukkan suatu bahasa pemrograman tertentu…

Gambar 1

Nah, begitu kata mas Yusi, sekarang aku mau mengimplementasikan-nya dengan mikrokontroler, namun pake mikrokontroler yang mana ya? Keluarga AT89 atau AVR?

Read the rest of this entry »

Tags: , , , , ,

Agfianto Eko Putra on December 14th, 2009

Artikel ini sebenarnya merupakan sambungan dari penjelasan saya tentang EEPROM yang ada di AT89S8253. Pada artikel ini saya bahas sebuah rangkaian dan program sederhana untuk mengakses (tulis/baca) EEPROM yang ada pada AT89S8253 (sebuah mikrokontroler keluarga Atmel AT89) dan ATMega32 (sebuah mikrokontroler keluarga Atmel AVR). Perhatikan gambar hasil-hasil bidikan saya atas eksperimen yang saya lakukan menggunakan AT89S8252 dan ATMega32 (IC ada di sebelah sisi menghadap kebawah)…

Okey, kita awali dengan rangkaian yang digunakan, cukup sederhana, dalam hal ini hanya digunakan sebuah LCD untuk memberitahukan kepada kita apa yang terjadi di-’dalam’ sana, maksudnya di dalam mikrokontroler yang bersangkutan. Nantinya aplikasi ini hanya akan menuliskan 10 bilangan acak ke EEPROM mulai alamat 0 sampai dengan 9. Cukup sederhana karena yang ditekankan adalah konsep pengaksesan EEPROM yang begitu mudah menggunakan BASCOM 8051 dan/atau BASCOM AVR dari MCSELEC.

Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , ,

Agfianto Eko Putra on December 13th, 2009

Mempelajari Bahasa Assembly atau Bahasa Mesin (untuk prosesor Intel 80×86) bisa dikatakan gampang-gampang susah, tergantung bagaimana cara Anda melakukannya. Pendekatan yang paling baik adalah metode ‘Learning by Doing’, belajar sambil mempraktekannya dan metode inilah yang saya gunakan dalam buku ini.

Segala sesuatu untuk mempelajari Bahasa Assembly dapat Anda peroleh menggunakan perangkat lunak Emu8086 (Emu8086, Inc), yang digunakan dalam buku ini adalah versi 2.58. Program Emu8086 ini mencakup fasilitas editor Bahasa Assembly, Assembler dan Disassembler (pengertian ini akan diterangkan kemudian), perangkat lunak emulator (PC Semu) yang dilengkapi dengan debugger.

Bab 1 Membicarakan tentang pengertian sistem bilangan dalam dunia komputer terutama dalam pemrograman Bahasa Assembly, termasuk operasi aritmetika yang terkait. Bab 2 membicarakan tentang perkembangan prosesor atau CPU pengertian Bahasa Assembly termasuk penggunaan secara umum Emu8086, Emulator dan Drive semu (virtual drive). Bab 3 menjelaskan cara-cara pengaksesan memori dalam pemrograman Bahasa Assembly termasuk pengertian memori stack dan wataknya, dilengkapi dengan contoh-contoh program. Juga diberikan penjelasan tentang variabel dalam permograman Bahasa Assembly serta cara-cara penggunaannya. Termasuk dalam bab ini dibahas tentang larik (array), pengalamatan variabel dan konstanta serta tentang stack.

Pada Bab 4 dibicarakan secara singkat instruksi-instruksi pada prosesor 80×86 yang meliputi instruksi untuk transfer data, aritmetika, manipulasi bit, transfer kontrol, string, interupsi dan kontrol prosesor. Bab 5 diulas berbagai macam interupsi Prosesor 8086 dan cara penggunaannya. Bab 6 dibahas tentang cara membuat dan menggunakan prosedur dan makro dibicarakan pada bab ini. Selain itu program Emu8086 dilengkapi fungsi-fungsi siap pakai yang memudahkan dalam pembuatan program Bahasa Assembly.

Sedangkan pada Bab 7, jika Anda suka dengan elektronika, maka dijelaskan bahwa dengan Bahasa Assembly-pun Anda bisa melakukan pengamatan dan pengendalian perangkat keras di luar komputer (yang biasa juga dikenal sebagai Teknik Antarmuka PC), tentunya bisa disimulasikan dengan piranti semu (virtual devices) yang telah disediakan oleh Emu8086.

Program EMU8086 bisa diunduh disini sedangkan listing program dalam buku bisa diunduh disini. Anda bisa mendownload daftar isi dan/atau contoh bab yang ada di buku ini… monggo…

PESAN SEKARANG JUGA!

Tags: , , , , , ,

Agfianto Eko Putra on December 9th, 2009

versi 1.2 (14 Desember 2009)

Banyak komentar,pertanyaan dan saran masuk melalui SMS, email, omong langsung agar saya membuat sebuah tulisan atau artikel tentang bagaimana cara membuat aplikasi mikrokontroler AVR maupun AT89 dari nol. Okey dech, kali ini saya berikan jawabannya…

Baiklah, untuk memudahkan saya menjelaskan dari ‘nol’, ada baiknya Anda perhatikan dulu diagram alir pada Gambar 1 (jika kurang jelas, silahkan di-klik aja yach)…

Gambar 1

Nach, berdasar diagram alir tersebut, semuanya berawal dari MASALAH, atau bisa juga Anda sebut PROYEK, KASUS atau apa saja yang Anda suka selama artinya adalah sesuatu yang ingin dicari, dibuat solusinya. Lebih tepatnya, pada tahap awal yang perlu dilakukan adalah IDENTIFIKASI MASALAH, persis atau detilnya bagaimana, misalnya…

Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , , , ,

Agfianto Eko Putra on December 5th, 2009

Satellite Subsystems

Irrespective of the intended application, is it a communications satellite or a weather satellite or even an Earth observation satellite, different subsystems comprising a typical satellite include the following:

  1. Mechanical structure
  2. Propulsion
  3. Thermal control
  4. Power supply
  5. Tracking, telemetry and command
  6. Attitude and orbit control
  7. Payload
  8. Antennas

The structural subsystem provides the framework for mounting other subsystems of the satellite and also an interface between the satellite and the launch vehicle.

The propulsion subsystem is used to provide the thrusts required to impart the necessary velocity changes to execute all the maneuvers during the lifetime of the satellite. This would include major maneuvers required to move the satellite from its transfer orbit to the geostationary orbit in the case of geostationary satellites and also the smaller maneuvers needed throughout the lifespan of the satellite, such as those required for station keeping.

The thermal control subsystem is essential to maintain the satellite platform within its operating temperature limits for the type of equipment on board the satellite. It also ensures a reasonable temperature distribution throughout the satellite structure, which is essential to retain dimensional stability and maintain the alignment of certain critical equipments.

The primary function of the power supply subsystem is to collect the solar energy, transform it to electrical power with the help of arrays of solar cells and distribute electrical power to other components and subsystems of the satellite. In addition, the satellite also has batteries, which provide standby electrical power during eclipse periods, during other emergency situations and also during the launch phase of the satellite when the solar arrays are not yet functional.

The telemetry, tracking and command (IT &C) subsystem monitors and controls the satellite right from the lift-off stage to the end of its operational life in space. The tracking part of the subsystem determines the position of the spacecraft and follows its travel using angle, range and velocity information. The telemetry part gathers information on the health of various subsystems of the satellite encodes this information and then transmits it. The command element receives and executes remote control commands to effect changes to the platform functions, configuration, position and velocity.

The attitude and orbit control subsystem performs two primary functions. It controls the orbital path, which is required to ensure that the satellite is in the correct location in space to provide the intended services. It also provides attitude control, which is essential to prevent the satellite from tumbling in space and also to ensure that the antennae remain pointed at a fixed point on the Earth’s surface.

The payload subsystem is that part of the satellite that carries the desired instrumentation required for performing its intended function and is therefore the most important subsystem of any satellite. The nature of the payload on any satellite depends upon its mission. The basic payload in the case of a communication satellite is the transponder, which acts as a receiver, amplifier and transmitter. In the case of a weather forecasting satellite, a radiometer is the most important payload. High resolution cameras, multispectral scanners and thematic mappers are the main payloads on board a remote sensing satellite. Scientific satellites have a variety of payloads depending upon the mission. These include telescopes, spectrographs, plasma detectors, magnetometers, spectrometers and so on.

Antennas are used for both receiving signals from ground stations as well as for transmitting signals towards them. There are a variety of antennas available for use on board a satellite. The final choice depends mainly upon the frequency of operation and required gain. Typical antenna types used on satellites include hom antennas, centre-fed and offset-fed parabolic reflectors and lens antennas.

Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , ,

Agfianto Eko Putra on December 3rd, 2009

Tulisan ini sengaja saya buat karena beberapa waktu yang lalu dua mikrokontroler saya (semuanya ATMega32, masing-masing dalam kemasan SMD dan PDIP) menjadi korban ketidak-tahuan saya tentang otak-atik System Clock atau FUSE bit pada mikrokontroler AVR.

Perlu diketahui bahwa setiap mikrokontroler AVR memiliki fasilitas untuk memilih sumber clock atau detak dengan banyak alternatif pilihan. Berbeda dengan keluarga AT89, keluarga AVR memberikan opsi pilihan sumber clock untuk flkesibilitas penggunaan, bukan untuk menyulitkan penggunaan. Jika siapapun Anda yang saat ini sedang terlibat dengan aplikasi-aplikasi mikrokontroler AVR dan tidak pernah peduli dengan system clock, atau dengan kata lain tidak pernah otak-atik FUSE bit, dipastikan kristal yang Anda pasang berapapun aja nilainya tidak ada gunanya sama sekali! Loch kok bisa? Ya karena default dari pabriknya (http://www.atmel.com) adalah sesuai dengan paragraf yang mereka tulis di datasheet-nya:

The device is shipped with CKSEL = “0001” and SUT = “10”. The default clock source setting is therefore the 1 MHz Internal RC Oscillator with longest startup time. This default setting ensures that all users can make their desired clock source setting using an In-System or Parallel Programmer.

Okey? Sudah jelas? Hanya 1 MHz internal saja clock-nya, kalau gak percaya silahkan cabut saja kristal Anda dan biarkan mikrokontroler AVR Anda bekerja dengan baik tanpa kristal (beberapa teman yang saya sarankan hal tersebut sempat kaget juga). Jadi sudah capek-capek ngitung reload, timer dan lain sebagainya ternyata hanya bekerja di 1 MHz saja secara internal. So, bagaimana caranya agar bisa menggunakan kristal eksternal atau internal yang lebih besar dari 1 MHz?

Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , ,