Tugas dari ilmu neural (neural science) adalah menjelaskan perilaku manusia dari sudut pandang aktivitas yang terjadi di otak. Bagaimana bisa2nya otak yang tersusun dari jutaan sel-sel saraf individuil bisa menghasilkan perilaku dan bagaimana sel-sel ini juga terpengaruh oleh kondisi lingkungan? Mmm sungguh menarik dan menantang!

“The last frontier of the biological sciences–their ultimate challenge–is to understand the biological basis of consciousness and the mental processes by which we perceive, act, learn, and remember.” - Eric Kandel, Principles of Neural science, fourth edition

Neurosains merupakan bidang ilmu yang mengkhususkan pada studi saintifik dari sistem syaraf. Komunitas atau Perkumpulan Neurosains didirikan pada tahun 1969, namun pembelajaran mengenai otak sudah dilakukan sejak lama sekali. Beberapa hal yang dipelajari meliputi struktur, fungsi, sejarah evolusi, pengembangan, genetika, biokimia, fisiologi, farmakologi, informatika, komputasi neurosains dan patologi dari sistem syaraf. Secara tradisionil kelihatan merupakan cabang dari ilmu biologi. Namun, saat ini sudah banyak dilakukan kerjasama penelitian antar bidang ilmu dalam kerangka neurosains, seperti disiplin ilmu psikologi-neuro dan kognitif, ilmu komputer, statistik, fisika dan kedokteran.

Saat ini neurosains sudah melibatkan beberapa eksperimental saintifik sistematik dan investigasi teoritis atas sistem syaraf pusat dan periferal dari organisme biologik. Metodologi empirik yang digunakan oleh para neurosaintis telah berkembang dari analisis biokimia dan genetika dari dinamika sel-sel syaraf individual dan unsur-unsur pokok molekularnya hingga penyajian citra perseptual dan aktivitas motorik dalam otak. Bahkan saat ini sudah dilakukan pemodelan komputasional untuk mendukung neurosains.

Secara umum, neurosains mencakup semua bidang ilmu saintifik yang terkait dengan sistem syaraf. Psikologi, sebagai studi saintifik proses mental, dapat dianggap sebagai sub-bidang neurosains, walaupun beberapa teoris pikiran/tubuh tidak setuju dengan hal ini - menurut mereka, psikologi adalah studi proses-proses mental yang dapat dimodelkan dengan berbagai macam prinsip-prinsip dan teori-teori abstrak, seperti psikologi perilaku dan kognitif tradisional, dan itu tidak berhubungan dengan proses-proses syaraf. Istilah neurobiologi kadang dipakau sebagai ganti dari neurosains, walaupun istilah yang pertama merujuk pada biologi-nya sistem syaraf.

Neurolog dan Psikiater merupakan bidang khusus kedokteran yang secara spesifik mempelajari penyakit pada sistem syaraf. Istilah ini merujuk pada disiplin klinik yang menyangkut diagnosa dan perawatan dari penyakit ini. Neurologi berkaitan dengan penyakit dari sistem syaraf pusat dan periferal seperti ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) dan stroke, sedangkan Psikiater fokus pada penyakit mental. Batasan antara kedua semakin kabur hingga sat ini dan dokter spesialis salah satunya sering mendapatkan pelatihan keduanya. Neurolog dan Psikiater banyak dipengaruhi oleh riset-riset dasar neurosains.

Berbagai tema-tema penelitian Neurosains (Beberapa diambil dari http://www.northwestern.edu/nuin/fac/index.htm):

  • Behavior/Cognition/Language
  • Biological Rhythms
  • Brain Imaging or neuroimaging
  • Cell Biology
  • Cell Imaging & Electrophysiology
  • Computational neuroscience
  • Development
  • Hearing Sciences
  • Language
  • Learning/Memory
  • Mechanisms of Drug Action
  • Molecular Neuroscience
  • Motor Control
  • Neurobiology of Disease
  • Neuroethology
  • Neuroendocrinology
  • Neuroimmunology
  • Signal transduction
  • Systems Neuroscience
  • Universal Grammar
  • Vision Sciences
  • Neurobiology of the neuron
  • Sensation and perception
  • Sleep
  • Autonomic systems and homeostasis
  • Arousal, attention and emotion
  • Genetics of the nervous system
  • Injury of the nervous systems

Beberapa buku teks yang bisa digunakan untuk mempelajari Neurosains:

  • Bear, M.F., B.W. Connors dan M.A. Paradiso, 2001, Neuroscience: Exploring the Brain. Baltimore: Lippincott. ISBN 0-7817-3944-6.
  • Kandel, ER, Schwartz JH dan Jessell TM, 2000, Principles of Neural Science (4th ed. ed.). New York: McGraw-Hill. ISBN 0-8385-7701-6.
  • Squire, L. dkk, 2003, Fundamental Neuroscience, 2nd edition. Academic Press; ISBN 0-12-660303-0
  • Byrne dan Roberts, 2004, From Molecules to Networks. Academic Press; ISBN 0-12-148660-5
  • Sanes, Reh dan Harris, 2005, Development of the Nervous System, 2nd edition. Academic Press; ISBN 0-12-618621-9
  • Siegel dkk, 2005, Basic Neurochemistry, 7th edition. Academic Press; ISBN 0-12-088397-X
  • Rieke, F. dkk, 1999, Spikes: Exploring the Neural Code. The MIT Press; Reprint edition ISBN 0-262-68108-0

Informasi online:

  • Intro to Neuroscience (http://azintaria.freespaces.com/index.htm) - Smith College Spring 2005

Tags: , , ,

15 Responses to “Apa itu Neurosains (Neuroscience)??”

  1. bisa dijelaskan penggunaan neurosains dalam bidang pendidikan, Pak?

  2. @Yusno:
    Neurosain untuk pendidikan lebih ke arah aplikatif, memanfaatkan hasil-hasil riset neurosains untuk meningkatkan cara belajar mengajar sedmikian hingga siswa/i didik menjadi lebih mudah memahami pelajaran…

  3. Saya adalah murid kelas 3 di salah satu SMA di Semarang yan akan menghadapi UNAS
    Kemarin sekolah saya juga dikunjungi oleh seorang motivator yg juga lulusan bidang neuro sains di Jepang
    Beliau mnyampaikan salah satu manfaat dari ilmu tersebut yaitu kita bisa mengkopi isi dari suatu buku ke otak kita dalam jangka waktu yang singkat
    Pertanyannya, butuh berapa lama latihan untuk bisa secara sempurna menggunakan metode tsbt????

  4. @Rizki:
    maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan Anda, karena saya bukan ahli Neuro sains dalam konteks motivator tsb…

    saran saya, yang penting bukan COPY PASTE (copas) isi buku ke otak, tetapi memahami apa yang disampaikan oleh buku/guru kita, sehingga tidak perlu copas isi buku ke otak kita, dengan pemahaman pasti/dijamin hafal dengan sendirinya…

    nilai jelek pada UNAS atau latihan/ujian apa saja, bukan karena siswa atau mhswa bodoh, saya sendiri berkekyakinan tidak ada siswa/mhshswa bodoh, yang ada adalah siswa malas, mhsw malas atau siswa/mhsw yang belum tahu strategi belajar yang tepat untuknya…

  5. tengku dzulita nurdin
    February 24th, 2010 at 10:32 am

    Untuk mendalami neuroscience perlu latar belakang pendidikan di bidang kedokteran dan keperawatan. untuk kedokteran sebagai ahli / spesialis neurologi dengan keparawatan yang sudah diuji kompetensi melalui pelatihan-pelatihan dan course bisa didalam negeri dan luar negeri. neurosciense bisa diaplikasikan ke pendidikan dll

  6. wah ilmunya bagus banget untuk para pendidik dan motivator gimana ya caranya untuk memperdalam ilmu ini

  7. apakah Neurosains dapat menerangkan apa yang dimaksud dengan RUH/NYAWA?

  8. mungkin kah neuroscience bisa mengungkap adanya surga atau neraka..?

  9. bagaimana fungsi otak dalam pembelajaran Neurosains.?

  10. bagaimana neuroscience dapat dalam human resource..?

  11. bagaimana neuroscience dapat dikaitkan dalam human resource..?

  12. boleh minta tolong, saya mahasiswa baru fakultas psikologi,, disemester pertama sudah ada mata kuliah biopsikologi,, dan sekarang lagi ada tugas, bisa tolong dibantu apa aja metode / pendekatan yg dilakukan biopsikologi ??
    trimakasihh

  13. Dear pak Afgianto,
    Saya adalah karyawan yang sudah lulus S2 Psikologi Industri Organisasi pada tahun 2008 lalu.
    Tertarik untuk memperdalam Neuroscience di Jakarta.
    Apakah ada kampus rekomendasi yang dapat menerima saya untuk kuliah / belajar online?

  14. Jurusan Neuroscience sudah ada di Surya University, Serpong.

  15. Jurusan Neuroscience sudah ada di Surya University, Serpong.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>