Agfianto Eko Putra on January 1st, 2017

Selamat datang mahasiswa/i baru Program Studi Elektronika dan Instrumentasi!!

Berikut, selain bisa Anda baca pada Panduan Resmi Fakultas MIPA, saya sampaikan sekeluimit tentang Prodi ELINS…

Pada dasarnya sarjana-sarjana Program Studi Elektronika dan Instrumentasi disiapkan dengan pilihan salah satu dari dua jalur yang menjembatani kesenjangan antara ilmu-ilmu murni dan rekayasa teknik, yaitu pengembangan ilmu dan penerapan ilmu. Program Studi Elektronika dan Instrumentasi mengupayakan pendidikan dalam bidang yang pada umumnya berada di antara ilmu murni, khususnya Fisika, dan rekayasa, khususnya Teknik Elektro. Terutama yang belum / kurang mendapatkan penekanan pada kedua bidang tersebut, namun diperlukan oleh industri, lembaga-lembaga penelitian dan lembaga pendidikan dalam lingkup pembangunan Nasional.

Foto 1. Kegiatan Lomba Elektronika dan Instrumentasi 2007 - sambutan wakil prodi (Dr. Agfianto Eko Putra, M.Si.)

FMIPA UGM mulai menyelenggarakan pendidikan di bidang Elektronika dan Instrumentasi yang dulunya merupakan Seksi Elektronika dalam jurusan Fisika. Kemudian berdasarkan SK Dirjen DIKTI Nomor 22/DIKTI/Kep/1985 tanggal 1 Mei 1985 dan makin dirasakan adanya kebutuhan akan ilmu terapan serta kemampuan yang cukup memadai, maka mulai tahun 1987 Seksi Elektronika tersebut ditingkatkan menjadi Program Studi Elektronika dan Instrumentasi (Prodi ELINS) yang langsung menerima mahasiswa baru melalui jalur UMPTN dan PBUD (PMDK).

Tetapi pada tahun 1994 program studi ini tidak menerima mahasiswa baru lagi dan pada tahun 1999 Program Diploma (D3) Elektronika & Instrumentasi dibuka. Kemudian pada tahun 2002 Program Studi Elektronika & Instrumentasi (S1) dibuka kembali dan menerima mahasiswa baru melalui jalur SPMB. Kemudian pada tahun 2003 Prodi ELINS menerima mahasiswa baru melalui jalur SPMB dan UM-UGM serta jalur lain yang ditentukan oleh UGM.

Dan Program Studi Elektronika dan Instrumentasi UGM menurut Keputusan BAN-PT No. 217/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/X/2013, telah terakreditasi dengan peringkat A .

Pendahuluan - Visi

Menjadi program studi yang unggul secara nasional dan mempunyai kualitas internasional dalam pendidikan, proses pembelajaran, pengembangan dan penerapan ilmu elektronika dan instrumentasi secara luas dengan produk berkompetensi tinggi dan menghasilkan lulusan yang unggul secara intelektual, mempunyai moral yang baik, kompeten, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu berperan aktif dalam bidang sosial, demi kejayaan Indonesia pada khususnya dan umat manusia pada umumnya.

Pendahuluan - Misi

  1. Menumbuhkembangkan kemampuan Program Studi Elektronika dan Instrumentasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran agar mampu menyelenggarakan pendidikan elektronika dan instrumentasi dan penerapannya di garis depan sampai ke jenjang pasca sarjana dengan lulusan bertaraf internasional untuk semua lapisan warga masyarakat Indonesia yang berpotensi maju dari seluruh tanah air.
  2. Menumbuhkembangkan kelompok penelitian elektronika dan instrumentasi agar mampu menyelenggarakan penelitian dasar maupun terapan secara bertanggung jawab dan terpadu, serta bertaraf internasional sehingga mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesejahteraan bangsa dan umat manusia.
  3. Meningkatkan peran elektronika dan instrumentasi dalam pengembangan teknologi sehingga lebih dikenal dan dihargai oleh seluruh lapisan masyarakat melalui rangkaian kegiatan pemanfaatan Elektronika dan Instrumentasi untuk menunjang kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat dalam aspek material maupun spiritual.

Tujuan

Mendidik dan mempersiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang mampu mengikuti dan menyerap perkembangan ilmu/sains yang mutakhir dan teknologi maju, membantu mengembangkan dan meneliti, melaksanakan alih ilmu dan teknologi dan menerapkannya untuk kepentingan pembangunan nasional, dalam bidang elektronika, instrumentasi, dan sistem komputer.

Sasaran

  1. Terwujudnya pembelajaran berbasis riset dalam bidang elektronika dan instrumentasi.
  2. Tercapainya peningkatan reputasi internasional di bidang pendidikan, riset dan pengabdian pada masyarakat.
  3. Tercapainya peningkatan jejaring kerjasama internasional.
  4. Tercapainya peningkatan peran dalam penyelesaian masalah bangsa dengan pendekatan kerakyatan dan sosiobudaya Indonesia.
  5. Tercapainya good governance dalam sistem manajemen.
  6. Tercapainya peningkatan berkelanjutan, kapasitas kerjasama dan pengembangan usaha

Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

UGM ground station requires a satellite tracking control system that can follow the movements of the satellite. The system proposed in this study is relying on the calculation of Two Line Elements (TLE), the reason is that the data TLE has a subtle error. The compass sensor is used to ensure accuracy; the results were evaluated using a protractor, and about 99%. Moreover, this system is also tested to receive images from NOAA satellites using the RTL-SDR and Yagi antennas. In general, this system can follow the motion of the satellite well.

[click here for the PDF]

Tags: , , ,

Agfianto Eko Putra on November 7th, 2016

Berangkat dari kebutuhan Software/Hardware Codesign, yaitu suatu perancangan terpadu (biasanya dalam konteks sistem benam atau embedded system) yang melibatkan komponen hardware dan software sekaligus, sehingga dibutuhkan piranti yang mendukung. Jika kita menggunakan prosesor umum (general processor), tentunya ada bagian-bagian prosesor yang tidak dibutuhkan untuk suatu aplikasi, misalnya tidak membutuhkan fasilitas ADC-nta, TIMER-nya, dll, tentunya akan membuat prosesor tersebut menjadi tidak efisien dan efektif lagi. Sementara itu dari sisi perangkat lunak atau software-nya sudah dipastikan dirancang dan diimplementasikan berbasis prosesor tersebut. Demikian juga solusi full perangkat keras, artinya algoritma atau komputasi dimodifikasi sedemikian rupa hingga bisa diimplementasikan dengan perangkat keras seluruhnya bukanlah perkara yang mudah, bahkan penuh tantangan, dan jika boleh saya tambahkan juga penuh dengan resiko.

Alternatif implementasi ditunjukkan pada gambar berikut ini. Isu utama-nya adalah (1) Performance dan Power Efficiency dan (2) Flexibilty, yang masing-masing seiring berlawanan arah (tradeoff). ASIC memang sejak awal dikenal dengan unjuk kerja dan efisiensi daya yang luar biasa, namun dari fleksibilitasnya sangat kurang, modifikasi rancangan pada ASIC tidak serta merta bisa diproduksi saat itu. Berbeda dengan teknologi prosesor umum yang fleksibilitas-nya menyesuaikan dengan program atau perangkat lunak yang ditanamkan. Jalan tengah-nya berupa penggunaan mikrokontroler, DSP, yang cenderung mirip prosesor, maupun FPGA yang cenderung mirip ASIC. Sehingga ide berikutnya adalah membuat sebuah chip yang memiliki kemampuan Processing System sekaligus Programmable Logic.

Sumber: ETHZ, Prof. Lothar Thiele

Sumber: ETHZ, Prof. Lothar Thiele

Read the rest of this entry »

Tags: ,

Quadrotor as one type of UAV can perform Vertical Take-Off and Landing (VTOL). It allows the Quadrotor to be stationary hovering in the air. PID (Proportional Integral Derivative) control system is one of the control methods that are commonly used. It is usually used to optimize the Quadrotor stabilization at least based on the three Eulerian angles (roll, pitch, and yaw) as input parameters for the control system. Various methods can obtain the three constants of PID. The simplest way is tuning manually. This approach has several weaknesses. For example, if the three constants are not exact, the resulting response will deviate from the desired result. By combining the methods of PID with fuzzy logic systems where human expertise is implemented into the machine language is expected to optimize the control system further.

[click here for more information]

Tags: , ,

The quadrotor is one kind of Unmanned Aerial Vehicles (UAV). Quadrotor can hover with minimal translational velocity approaching a stationary state. The four rotors support this capability. These rotors are used to lift the Quadrotor to fly. These rotors are placed on all four sides of the tip of Quadrotor. To operate with excellent stability, we can use an IMU sensor (Inertial Measurement Unit). IMU sensor consists of some DOF (degrees of freedom) sensors, such as 3-axis accelerometer sensor, 3-axisgyroscope sensor, 3-axis magnetometer sensor, and so on under the needs of flight. To test the stability of Quadrotor can be done by utilizing the video and image processing methods. This processing acts as the ’eyes’ of Quadrotor. Sobel method as one of the picture processing algorithms can be used to read the edges of the object. This method can measure the level of stability fly. But before reading the results of the edge must first be converted to black and white format. Otsu method can be used to perform the conversion. Then we find the center point of the result of the transformation of the object being viewed. This point can be used to read the movement of Quadrotor. It is used to determine the position of the quadrotor movement on vertical and horizontal axes. The position can be utilized as input to control the quadrotor flight stability.

[click here for more information]

Tags: , ,

UAV (Unmanned Aerial Vehicle) can fly autonomously or be controlled remotely by a pilot. Quadrotor as one type of UAV has been widely implemented in various needs. Its system design has a lot of control techniques involved. The design starts with the physical modeling. Quadrotor physical modeling is modeling based on the laws of physics as a theory and mathematical modeling of physical interpretation. The problem arises when actual plants are not fit with mathematical models that are used as the control design before. Such discrepancy arises because of external interference, plant parameters, and dynamics models that are nonlinear. If control systems are not designed to deal with non-linear interference, it is difficult to us to maintain quadrotor flight. Therefore, we need control methods that can be applied to linear and nonlinear systems. Routh Stability can be used to generate PID (Proportional Integral and Derivative) constants as a linear control method by using a Ziegler-Nichols. Lyapunov as a method of non-linear control method offers distinct advantages over other control methods. Lyapunov second method is further implemented by a control technique that gives a good effect. So the PID and Lyapunov method can make quadrotor approaching the stationary state.

[click here for more information]

Tags: , , ,

On-Board Computer or On-Board Data Handling (OBC/OBDH) has an important role as a manager for data housekeeping and communication handling between OBC/OBDH to its TTC (Telemetry and Telecommand) and EPS (Electronic Power System) subsystems in the satellite system. In order to operate according to the satellite sequence the RTOS (Real-Time Operating System) is implemented on the UGMSat-1. The CooCox CoOS is used as an RTOS which is has three tasks which are Condition-Check Housekeeping and Communication Task. The highest priority among the tasks on the system is Communication Task. The experiment proves that three tasks can run well with the time cycle of 2.034 30.047 and 1.017 seconds for Condition-Check Housekeeping and Communication task respectively. The result of overall experiments shows that the OBC/OBDH can manage data packets and sent them to Ground Station.

(click here for more information)

Tags: , , ,

Agfianto Eko Putra on June 2nd, 2016

Pendahuluan

Grove is a modular electronics platform for quick prototyping that does not involve soldering or bread boarding. Simply plug the Grove modules into the Grove shield and leverage the example code provided for each Grove module. The Grove Starter Kit contains a multitude of sensors and actuators, so you can start messing around with projects. (Grove at Wikipedia)

Pernahkah sobat terbayangkan membuat purwarupa pengukur suhu dengan tampilan LCD tanpa harus menggunakan breadboard atau solder-menyolder, cuman colokin-colokin saja kayak lego? Atau bikin kontrol servo menggunakan potensiometer? Atau bikin kontrol LED menggunakan sensor cahaya?

Yah bisa jadi penggunaan breadboard atau kegiatan solder-menyolder menjadi hambatan untuk tetap terus belajar… atau memang enggan pake simulator yang harus di-cracksehingga merasa berdosa menggunakan perangkat lunak ilegal… lagian juga kalo bisa dicoba secara nyata… secara real, why not? iya nggak…?

Nah alhamdulillah… sudah ada yang bikin modul dengan nama Grove Starter Kit yang berisikan sekitar 11 modul plus 1 buah shield dasar (base shield) yang bisa digunakan bersama dengan Arduino — sebuah platform mikrokontroler yang saat artikel ini ditulis mengalami booming alias nge-trend luar biasa!

Supported by…

Arduino Joglosemar

Arduino Joglosemar

Tentang Grove

Sejak awal, Grove memang ditujukan untuk sarana belajar yang praktis, seperti pada Lego, bagian-bagian sensor dan aktuatornya dibikin dalam bentuk modul-modul yang tinggal dicolokin ke base shield yang sudah disediakan.

Grove Starter Kit v3.0

Perhatikan gambar Grove Starter Kit v3.0, itulah isi paket yang Anda peroleh dalam paket penjualannya (klik disini untuk salah satu tokonya). Tidak hanya itu! Karena basisnya adalah Arduino, maka tidak lupa pula disertakan juga contoh2 program-nya (klik disiniuntuk mengunduhnya).

[klik disini untuk melanjutkan membaca]

Tags: , ,

Generator uap merupakan unit plant yang memiliki sistem nonlinear dan kompleks dengan konfigurasi multiple-input-multiple-output (MIMO) yang cukup sulit untuk dimodelkan. Padahal, model generator uap dibutuhkan untuk membuat simulasi seperti operator training simulator (OTS). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan model generator uap yang memiliki 8 parameter luaran dan 9 parameter masukan berbasis jaringan saraf tiruan (JST) menggunakan algoritme pelatihan BPGD-ALAM sehingga diperoleh model yang mendekati sistem nyata. Data diperoleh dari generator uap PT. Chevron Pacific Indonesia, Duri dan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu data latih, data validasi dan data uji. Data latih digunakan untuk mendapatkan model setiap luaran melalui proses pelatihan. Verifikasi model juga dilakukan untuk setiap epoch-nya menggunakan data validasi untuk memantau proses pelatihan apakah terjadi overfitting atau tidak. Delapan model JST yang diperoleh diuji menggunakan data uji untuk mengetahui performa dari model. Dari hasil penelitian, diperoleh konfigurasi arsitektur model JST yang berbeda-beda untuk setiap luaran dengan nilai RMSE rendah dari 9,71 % artinya telah dihasilkan model yang mendekati sistem nyata dari generator uap.

(klik disini untuk selengkapnya)

Tags: , , ,

Agfianto Eko Putra on May 17th, 2016

Belajar Mudah Mikrokontroler ARM Cortex M0” merupakan sebuah pelatihan (biasanya inhouse training) juga sebuah buku sederhana. Sebuah pelatihan/buku yang cocok digunakan untuk pelatihan atau belajar solusi berbasis mikrokontroler, khususnya seri ARM Cortex M0.

The ARM® Cortex®-M0 processor is the smallest ARM processor available. The exceptionally small silicon area, low power and minimal code footprint of the processor enables developers to achieve 32-bit performance at an 8-bit price point, bypassing the step to 16-bit devices. The ultra-low gate count of the Cortex-M0 processor also enables its deployment in analog and mixed signal devices. (ARM)

Pelatihan/buku belajar mikrokontroler ini didasarkan pada penggunaan ARM Cortex M0 produksi dari Nuvoton seri NUC140, lebih tepatnya NUC140VE3CN, menggunakan bantuan papan belajar NUC140 Learning Board atau NUC140LB.

NUC140 Learning Board by Nuvoton

Pendahuluan

ARM adalah arsitektur prosesor 32 bit yang dibuat oleh ARM Holding dan dilisensikan untuk diproduksi oleh berbagai vendor di dunia termasuk AMD, Atmel, Freescale, Nuvoton, Nvidia, NXP, Samsung, ST Micro, dan TI. Prosesor ARM digunakan pada perangkat smartphone, tablet, dan embedded system. Kini ARM menjadi arsitektur prosesor yang paling banyak diproduksi di dunia.

Seri arsitektur ARM terbaru terdiri dari 3 lini kelas penggunaan yaitu:

  • ARM CORTEX A untuk aplikasi umum
  • ARM CORTEX R untuk aplikasi real time
  • ARM CORTEX M yang setara dengan mikrokontroler

Read the rest of this entry »

Tags: , , , , ,