Kali ini saya coba-coba menggunakan perangkat lunak Flowcode AVR versi 3.0 untuk melakukan kompilasi program mikrokontroler AVR hanya dengan menggambarkan diagram alir atau flowchartnya. Apaan? Cukup pake diagram alir? Yup betul!

Baiklah, untuk percobaan, saya buka berkas baru dengan tampilan seperti gambar 1. Tampak awal dari diagram alir dan daftar pin dari mikrokontroler AVR ATmega32 yang saya gunakan sebagai contoh kali ini.

Gambar 1

Selanjutnya, singkat cerita saya buat sebuah diagram alir yang intinya menghidupan dan mematikan LED pada PORTA secara bergantian dengan selang 500 milidetik atau 0,5 setik (Gambar 2). Hasilnya LED akan berkedip-kedip dengan tundaan 500 milidetik (tampilan simulasi pada Gambar 3).

Gambar 2

Gambar 3

Justru yang saya ulas disini adalah hasil kompilasi yang aneh atau barangkali unik atau barangkali itulah ciri khas dari Flowcode AVR? Sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4 dan Gambar 5 (klik pada gambar untuk memperjelas atau memperbesar agar bisa jelas).

Gambar 4

Pada Gambar 4 keunikan terjadi karena inisialisasi PORTA yang seharusnya cukup sekali saja dilakukan justru dilakukan pada tiap instruksi untuk mengirimkan nilai 0 (LED mati semua) dan 255 (LED hidup semua), perhatikan tanda panah pada Gambar 4. Mengapa tidak sekali saja yach? Mungkin untuk jaga-jaga kali yaaa…??

Gambar 5

Pada Gambar 5 terjadi pengulangan instruksi yang sama persis (lihat tanda panah), kenapa tidak dibuat subrutin-nya skalian yach??

Kesimpulannya:

  • Enakan pake ASM atau Native C langsung untuk membuat program mikrokontroler AVR, agar kita bisa langsung menulis kode-kode secara efisien dan efektif. Bagaimana dengan BASCOM AVR? Boleh-boleh saja, cuman tetap harus hati-hati…
  • Semoga bermanfaat.

Tags: , , ,

18 Responses to “Hasil kompilasi Flowcode AVR 3.0 yang unik?!”

  1. software berbayar ya pak?? ada yg free gak y??

  2. @very: software-nya komersil tapi bisa kita unduh demo-nya

  3. flowcode vs bascom enak pake yg mna y pak??
    maksudnya hrus hati2 kalau pake bascom knp pak??

  4. Mungkin belum kepikiran cara optimalisasi kodenya. Bagaimana dengan aplikasi lainnya, apa masih sama?

  5. pak kalo pake bascom gmana jadinya

  6. @Noor: belum dicoba untuk aplikasi lain yang lebih kompleks, kemungkinan besar sama saja…

    @nieza: sayangnya (setahu saya) BASCOM AVR atau BASCOM 8051 tidak menghasilkan ASM, langsung jadi HEX atau BIN, sehingga belum bisa kasih komentar… mungkin ada yang punya pengalaman optimasi pake BASCOM?

  7. untuk versi demo tidak tersedia chip atmega32..
    ad cara untuk menambah chip nggak y pak??
    -thx-

  8. @very: saya belum tahu caranya…

  9. pak ada serial numbernya ….
    kalo ad mohon dikirim di email saya pak……….

  10. @aditya:
    untuk nomor serialnya silahkan unduh di http://www.matrixmultimedia.com/Flowcode3a-X.php

  11. Untuk bascom avr saya sudah pake 1 tahunan pak, kemaren beli yang ori. sebelumnya pakai asm-nya avr studio. menurut saya sih bagus lumayan menghemat waktu dan mudah di pelajari. Kekurangannya library2 siap pakai biasanya portnya sudah di tentuin, jd jika pakai port yang lain, harus modifikasi dulu librarynya (Librarynya ditulis dengan assembler).

  12. Pak Agfi, saya kebetulan punya flowcode 3 for avr versi full. semua komponen muncul (pada versi free kalau gak salah hanya sebagian saja), semua uC jenis avr juga ada disitu..

    saya tempo hari membuat sebuah program menggunakan flowcode, tapi ketika saya download ke uC saya (menggunakan ATMEGA32) programnya tidak bekerja sama sekali. ketika saya baca kembali file hex dari chip dan saya bandingkan dengan yang dibuat oleh flowcodenya sama saja…
    apa ya pak kira2 kesalahannya? saya hanya menggunakan adc, led, pushbutton dan lcd 16×2…

    apa bapak ada masukan? terima kasih sebelumnya…

  13. oya saya tidak masalah dengan ukuran file hex yang sedikit membengkak bila menggunakan flowcode, masalahnya adalah kenapa programnya tidak bekerja dengan baik ya pak?

    terima kasih…

  14. Wuih, nemu aja Mas Agfi ini. Saya sudah download dan coba-coba sedikit. Menurut saya ini sangat baik untuk membangun semacam template program yang untuk selanjutnya dapat dilakukan editing sehingga menghasilkan kode yang lebih efisien.

    Dari flowchart, jadi template program. Lumayan kan? :D

Trackbacks/Pingbacks

  1. Flowcode AVR: Aplikasi Masukan/Luaran (I/O) | DSP & Embedded Electronics
  2. Flowcode 3 AVR: Aplikasi dengan LCD 2×16 | DSP & Embedded Electronics
  3. Memulai Belajar Mikrokontroler - Quick, Easy and Harmless! | DSP & Embedded Electronics
  4. Flowcode AVR 3.0: Menghitung Sapi! | DSP & Embedded Electronics

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>